rasa ini tumbuh bersama rindu yang kau lahirkan.
tertuang dalam lembaran surat yang tak pernah sampai.
keduanya sering bertanya tentangmu.
bagaimana rupamu..?
seperti apa perkenalan kita dulu.
sejauh ini aku telah mencoba mengikis ratusan kilometer,
tidak ingin membiarkan rindu ini beku.
tapi bukan berarti rindu ini tidak bisa beku.
terlebih kedatanganku disambut dengan kepergianmu.
ada titipan pesan untukmu saat engkau kembali,
sebuah pesan bahwa semuanya telah mati,
pergi ketempat dimana semua dimulai.
aku pernah berkata pada diri sendiri.
kisah ini seperti sebuah cerita yang tidak ada akhirnya.
hingga esok ada diantara kitalah yang akan mengakhiri.
maritime tourism, Historical heritage and cultural resource in Suak Gual, Indonesia (wisata bahari, sejarah dan budaya di pulau mendanau bangka belitung )
Pesona mercusuar tanjung lancor dari laut Pesona pariwisata dan khasanah alam budaya memiliki prospek yang cukup potensial untuk me...
imajinasi khayalku
Ketika ego dan ambisi terlalu mengejarmu.
tanpa sadari siapa diri ini.
lelah menghantarkanku tepat didekatmu.
namun telah ku temui insan lain telah merangkul hari-hari mu.
aku terhanyut dalam derita pikiran.
menghempaskan diriku saat berlari.
menyisakan ilusi yang membawa lengah.
mengizinkan angan terbang bebas.
tinggalkan jiwa dalam sepi,
berkabung dalam titisan senja.
hingga senja pun tak terasa.
ini hanyalah imajinasi khayalku,
sebuah angan yang tak lagi bernyawa.
argadian yoga praditya.
angan-angan tak bernyawa
yaah. aku memang penjahat.
memaksamu membuka hati yang telah tertutup rapat.
pergi dan kembali sesukaku.
ini hati. bukan tempat persinggahan sementara..!! katamu dalam hati
akan ada alasan pergi dan kembali ku.
aku pergi untuk memantaskan diri.
dan kembali sesaat untuk menjenguk hatimu.
melihat adakah pendatang baru yang menghampirimu.
lalu pergi lagi berperang dengan proses.
tidak ada yang salah dengan niat ini.
mungkin cara ini yang salah.
berjalan dalam lingkaran yang belum jelas dimana ujungnya.
maafkan, jika ini hanya angan-angan tak bernyawa.
Selamat Skripsi
tidak terasa, pada hari ini saya dipenghujung semester 7..
apa yang sudah saya lakukan untuk tugas kuliah saya. ?
mungkin bisa dikatakan hanya 20 %. miris sekali.
"organisasi lancar, kuliah kelar."
sepertinya saya belum bisa menerapkan,
masih harus tertatih melawan kemalasan.
berburu rajin yang telah dirampas berbagai kegiatan keorganisasian.
berekperiment dengan skripsi sebagai ajang taruhannya.
namun, dibenak lain pernah terlintas dipikiran.
lebih baik saya seperti ini, hari-hari dipenuhi kesibukan positif dibandingkan dengan sebagian orang. yang tidak berbuat apa-apa dan tidak pula ada perkembangan di kuliahnya.
saya, harus bisa..
berorganisasi, namun juga menyelesaikan kuliah pada waktunya.
terlebih suatu kebanggan ketika selesai bersama dengan mereka yang hari-hari nya fokus hanya untuk kuliah.
bissmillah...
ACEH Kota Seribu Warung Kopi
Assalamualaikum guys.
Alhamdulillah pada akhir tahun
2015 ini, saya diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat meninjakan kaki di
salah satu provinsi paling ujung bagian barat Indonesia. Yups, benar guys,
provinsi Nangroe Aceh Darussalam.
Pada dasarnya saya pergi ke aceh
dengan tujuan untuk mengikuti kegiatan Seminar Internasional, Lokakarya dan
Advokasi Perikanan Nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Perikanan
Indonesia ( HIMAPIKANI ) di Universitas Malikusaleh, Aceh Utara.
Pekanbaru – Aceh utara di tempuh
selama 24 jam via darat ( bus ). Saya turun dan mengikuti kegiatan yang juga
dihadiri oleh sekitar 16 Universitas selama 3 hari. Topic kali ini saya tidak
membahas tentang kegiatan tersebut, namun ingin mengupas tentang wisata atau
travelling selama saya berada di aceh.
Trip pertama di mulai dari kota
lhokseumawe,
1. Pesona
Kupi Aceh ( kurang suka, akhirnya jatuh cinta)
Aceh dan kopi
memang sulit di ceraikan. Selain dikenal sebagai serambi mekkah, aceh juga
dikenal dengan daerah seribu warung kopi. Julukan pertama menggambarkan
kentalnya fanatisme masyarakat terhadap ajaran islam. Sedangkan julukan kedua
menjelaskan betapa banyak kedai kopi di provinsi ujung Indonesia barat ini.
Pada kesempatan
kali ini, saya dibawa teman-teman dari universitas Abulyatama ( ahmad dkk) dan
teman teman dari universitas Syiah Kuala ( Edo dkk ) Untuk menikmati seduhan
kopi di Kedai Tubruk 35 Kuphi khop “ kopi sederhana dengan sejarah istimewa”
begitulah tulisan yang terpajang di tempat tersebut.
Yang kedua saya
mengunjungi tempat yang paling terkenal diaceh, “SOLONG” itulah namanya. Konon
Disinilah rahasia kopi ulee kareng. Kesistimewaan akan Kekuatan aroma dan
kekhasan cita rasa kopi solong ini bukanlahpada campurannya melainkan pada
ketepatan penggongsengan. Tingkat panas api, penyangraian yang butuh kesabaran
agar biji kopi tidak terlalu matang atau bahkan gosong.
2. MONUMEN
KAPAL PLTD APUNG
Dahsyatnya
gelombang tsunami telah menghantarkan kapal dengan bobot 2600 Ton dan panjang
63 meter ini menuju kota banda aceh, tepatnya di daerah Punge Blang Cut. Tidak
tanggung-tanggung 5 KM jarak yang dihasikan akibat sapuan gelombang tsunami.
Kapal ini dibawa
ke Banda Aceh untuk mensuplai kebutuhan listrik di kota banda aceh. Karena pada
masa itu masih sering terjadi konflik GAM dan RI , sehingga banyak tiang-tiang
yang dirobohkan yang mengakibatkan pasokan listrik berkurang.
3. KAPAL
DI ATAS RUMAH LAMPULO
Ini bukan
sebuah galangan kapal. Kapal seberat 60 Ton
ini juga menjadi saksi bisu bencana tsunami. Kapal yang biasanya
digunakan nelayan melaut ini berada di atas rumah setelah diterjang gelombang
tsunami sejauh 3 KM. Letaknya di jalan. Tanjung, kuta Alam, Banda Aceh.
MUSEUM
TSUNAMI
adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana Tsunami. Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk "bukit pengungsian" bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi
MAKAM SUKTAN ISKANDAR MUDA
Makam seorang sultan yang arif dan bijaksana ini berdekatan dengan pendopo gubernur aceh, tepatnya di disamping gedung juang.
MASJID RAYA BAITURAHMAN
jika kalian bertanya tempat apa yang saya ketahui di aceh, maka saya akan menjawab masjid Baiturahman. masjid yang dibangun sekitar tahun 1607-1636 ini menjadi saksi sejarah mulai dari era kolonial belanda hingga tragedi bencana nasional tsunami.
sungguh disayangkan, ketika saya erada di kota ini masjid Baiturahman sedang dalam tahap renovasi dan perluasan bangunan, sehingga saya tidak bisa mendokumentasikannya.
Indahnya Surga taman laut Pulau Rubiah
Assalamualaikum..
alhamdulillah akhir tahun 2015 ini ditutup dengan kunjungan ke salah satu pulau paling ujung di indonesia, yaitu pulau rubiah. salah satu pulau yang berada tidak jauh dari pulau sabang.
siapa yang tak kenal lagu "dari sabang sampai merauke, berjajar pulau-pulau. sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia".
seakan seperti dialam mimpi ketika saya bisa meninggalkan jejak disalah satu kota yang disebutkan dan di nyayikan oleh seluruh penduduk indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Advertisement
Popular
-
Akhir 2018 ini sepertinya menjadi akhir yang bahagia bagi para pendaftar beasiswa, pasalnya hari ini pemerintah kabupaten siak melalui di...
-
Hak Masyarakat atas Lingkungan Hidup yang Baik & Sehat Sesungguhnya masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan Lingkungan Hidu...









